Saat aku terus berharap agar dapat tertawa,
senang-senang, chat-chat an sama kamu sekarang semua hanyalah sebuah harapan
yang tidak akan dapat kuraih lagi. Hal yang selama ini aku kutakutkan telah
terjadi dan akupun tidak sanggup untuk melihatnya. Kau sekarang sudah bahagia,
dan bergembira bersama orang lain. Sedangkan aku sekarang ini hanya sebuah
nyamuk yang tidak akan pernah kau anggap lagi. Hidupku terasa berbeda rasanya
saat sekarang ini, hidupku ini tampak tak berguna lagi, akupun sekarang ini
sudah tidak mempunyai semangat hidup lagi seperti dulu, sering kali hal yang
kupikirkan adalah tentang kamu. Tapi apa daya ? Hidup ini harus terus berjalan,
kita juga harus memikirkan masa depan. Tapi dapatkah aku ini dapat melanjutkan
hidup ini yang sudah tidak mempunyai semangat hidup ini. Dulu setiap melihat HP
saya selalu ingin mengajak chat, mengajak main ke suatu tempat, ataupun
bercanda tawa menggombalimu, sedangkan sekarang saya hanya dapat melihat
kontak, fotomu dan hanya dapat melihat kenangan – kenangan chatting kita waktu
dulu. Tak sanggup aku menahan air mata yang ingin keluar saat aku sedang
melihat foto – fotomu dan chatting kita dulu, air mata ini selalu menetes
dengan sendirinya. Meskipun di hadapan teman – teman Ku dan di hadapanmu aku
ini terlihat bahagia, dan tidak kenapa – kenapa, itu hanya didepan hadapan
kalian. Dirumah saat memikirkanmu membuat air mata ini terus menetes. Meskipun
aku selalu kepikiran kamu, dalam hati lubuk yang paling dalam, aku terus
mendoakanmu agar kamu bahagia dengan orang yang kamu sayangi sekarang ini. Tidak
perlu orang tahu bahwa aku terus mendoakanmu agar bahagia selamanya.