Kamis, 04 September 2014

Tetesan Air Mata

Saat aku terus berharap agar dapat tertawa, senang-senang, chat-chat an sama kamu sekarang semua hanyalah sebuah harapan yang tidak akan dapat kuraih lagi. Hal yang selama ini aku kutakutkan telah terjadi dan akupun tidak sanggup untuk melihatnya. Kau sekarang sudah bahagia, dan bergembira bersama orang lain. Sedangkan aku sekarang ini hanya sebuah nyamuk yang tidak akan pernah kau anggap lagi. Hidupku terasa berbeda rasanya saat sekarang ini, hidupku ini tampak tak berguna lagi, akupun sekarang ini sudah tidak mempunyai semangat hidup lagi seperti dulu, sering kali hal yang kupikirkan adalah tentang kamu. Tapi apa daya ? Hidup ini harus terus berjalan, kita juga harus memikirkan masa depan. Tapi dapatkah aku ini dapat melanjutkan hidup ini yang sudah tidak mempunyai semangat hidup ini. Dulu setiap melihat HP saya selalu ingin mengajak chat, mengajak main ke suatu tempat, ataupun bercanda tawa menggombalimu, sedangkan sekarang saya hanya dapat melihat kontak, fotomu dan hanya dapat melihat kenangan – kenangan chatting kita waktu dulu. Tak sanggup aku menahan air mata yang ingin keluar saat aku sedang melihat foto – fotomu dan chatting kita dulu, air mata ini selalu menetes dengan sendirinya. Meskipun di hadapan teman – teman Ku dan di hadapanmu aku ini terlihat bahagia, dan tidak kenapa – kenapa, itu hanya didepan hadapan kalian. Dirumah saat memikirkanmu membuat air mata ini terus menetes. Meskipun aku selalu kepikiran kamu, dalam hati lubuk yang paling dalam, aku terus mendoakanmu agar kamu bahagia dengan orang yang kamu sayangi sekarang ini. Tidak perlu orang tahu bahwa aku terus mendoakanmu agar bahagia selamanya.